Gampong Sungai Pauh Pusaka berasal dari pemekaran Gampong Sungai Pauh. Awalnya sekitar tahun 1901 sekelompok masyarakat dari pase membuka lahan pertanian baru dibawah kepemimpinan ketua rayeuk untuk bercocok tanam pada saat beristirahat menemukan sebatang pohon pauh besar yang sudah tumbang dan sudah dibakar jadi bara api pertanda sudah ada orang datang sebelumnya, bara api dari pokok pauh tersebut ditemukan antara rt 15 dan 16 sekarang ini. Mereka membuka lahan hari berganti hari minggu berganti minggu dengan sebutan wilayah tungou pauh. Huruf T besar kurang terang mirif dengan S maka ketika keluar stempel dari Raja saat itu tertulis Sungou Pauh.
Kemudian tahun 1939 Petua Rayeuk sudah sakit-sakitan kepemimpinan diserahkan kepada adik sepupu dari Petua Rayeuk, usman diangkat menjadi petua dengan sebutan Petua Seuman dan pada saat itu Sungou Pauh dirubah dengan Sungai Pauh disesuaikan dengan keadaan alamnya. Sungai Pauh sudah mulai berkembang banyak dan membuka jalan baru yang bisa menghubungkan dengan kota seperti Jalan Usman yang sekarang jalan iskandar sani dan jalan Gp. Blang sekarang H.Agussalim. pada tahun 1960 petua seuman ditangkap oleh negara karena dicurigai membantu cumbuk dengan musyawarah kepemimpinan gampong kekosongan diisi oleh menantunya petua seuman Tgk marhaban, kemudian pada tahun 1961 terjadi musyawarah besar tentang kepemimpinan sehubungan dengan adanya pengangkatan wakil petua maka diangkatlah Abdullah menjadi wakil petua sedangkan adik sepupu dari petua seuman menjadi petua (petua dolah) dan wakilnya juga abdullah namanya (wakil dolah).
Pada tahun 1964 petua dolah tidak mampu lagi memimpin karena sakit-sakitan negarapun mulai munculnya gerakan PKI huru-hara petua dolah mengundurkan diri dengan musyawarah besar-besar oleh tokoh –tokoh masyarakat mengangkat anak petua seuman Baharuddin Usman lebih dikenal dengan sebutan krennya Omdin untuk menjalankan roda pemerintahan Gampong samasa kepemimpinan beliau yang begitu lama dari tahun 1965 sampai beliau meninggal dunia tahun 1989 masih aktif dalam tugas juga semasa kepemimpinannya sekitar tahun tujuh puluhan dan wakil petua diganti sebutannya dengan sekretaris desa, sebutan petua diganti dengan Geuchik dan pada tahun 1983 beliau mendirikan Mesjid Darul Muttaqin dengan luas 316 m, pembuatan lapangan bola kaki, Lapangan Garuda sekarang, Jalan-jalan, gang-gang, termasuk ada bangunan pemerintah juga yang didirikan atau dibangun sepeti TPI di Km V.
Dinas kesehatan Aceh timur, ASKES aceh timur dan banyak perkembangan lainnya, juga pernah diremajakan dua kali dengan system pemilihan langsung tetap beliau yanga terpilih kembali pada tahun 1989 menutup usianya baharuddin usman alias omdin menghembus nafas terakhir (meninggal dunia) dan dikebumikan dikuburan keluarga petua seuman tepatnya didepan mesjid Darul Muttaqin diseberang jalan H.Agussalim.
Sejak baharuddin meninggal dunia tahun 1989 untuk menjalankan roda pemerintahan dijalankan oleh sekretarisnya Asyafri Mr yang sudah berpengalaman, Tahun 1979 wakil diganti sekretaris / desa kemudian Asyafri Mr menarik salah seorang kaur yaitu M Yusuf Idris, Ali Akbar, Syamsah, Sarbaini, Iskandar M untuk menjadi sekretarisnya, mempertimbangkan dengan musyawarah perangkat desa maka M Yusuf Idris terpilih menjadi Sekretaris desa juga menantu dari Baharuddin Usman (omdin), Tahun 1990 Asyafri Mr sedang memimpin rapat digampong diambil oleh kopasos di PTP Langsa antaranya Syamsah, Sulaiman Candong, Jamali Puteh, kesemuanya dicurigai membantu GPK ( Geraka Pengacau Keamanan) alias gerakan pemisah diri dari NKRI. Sekretaris desa M Yusuf Idris bersama Ali Akbar kaur didesa dan Iskandar Mahmud dengan rasa kesetiaan dan tanggung jawab yang tinggi mengurus semuanya sampai didepan puluh orang lainnya yang bermasalah dan berkat doa seluruh masyarakat sungai pauh kesemuanya kembali dengan sehat dan selamat dan membuat pernyataan setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia, kemudian diadakan pilkades dan Asyafri Mr unggul, Nanggro dalam keadaan kekacauan dengan sebuah gerakan GPK (Gerakan Pengacau Keamanan). Pada tahun 1995 oleh pemerintah mengadakan pemilihan Kepala Desa Abdul Rani unggul pada tahun 2000 awal januari Abdurrani Jamil Kepala Desa Sungai Pauh yang begitu semangat membangun Gampong ditembak oleh OTK(orang tak dikenal) dirumahnya dan menghembuskan nafas terakhir diRumah Sakit Umum Langsa pada tanggal 4 januari 2000 dan pemerintahan dijalankan oleh sekretaris desa dan perangkat desa, setelah Geuchik abdurrani jamil meninggal enam bulan kemudian diumumkan pilkades diseluruh aceh dalam keadaan kacau beneran tidak ada satu orangpun yang berani/minat jadi kepala desa hampir setiap hari ada korban disepanjang tanah rencong, disela-sela keributan M Yusuf Idris sejak tahun 1987 menjadi kaur pemerintahan pada tahun 1989 kemudian telah menjadi sekretaris desa 1989 s/d 2000, maka pertimbangan pemerintah kota langsa yang baru lahir tanggal 17 oktober 2001 dimekarkan dari Kabupaten Aceh Timur menjadi Kota Langsa. M Yusuf Idris mendapatkan SK PJS sampai dengan enam tahun disebabkan aceh bergejolak walau sungai pauh disebut garis merah.Geuchik M Yusuf Idris tetap semangat dalam menjalankan roda pemerintahan dusamping hari-hari harus menghadap kepos BKO Brimop, pos gegana, pos pemburu, marinir, pos organic dan ramil polres, polsek, kodim dan lainnya untuk menyelamatkan nyawa masyarakat dibawah kepemimpinannya, saat itu penduduk sungai pauh sekitar 2300 kepala keluarga (kk) M Yusuf Idris masih bisa menyempatkan diri memikirkan tentang pembangunan gampong bersama perangkatnya dan sulaiman ketua Rt 04 sekretarisnya Ali Akbar dengan tiga dewan penasehatnya yaitu :
1. H.Usman Basyah pimpinan dayah pasantren daru huda
2. Drs.H.Zainuddin Mard mantan Bupati Aceh Timur
3. Drs. H. Said Yunus MM Ketua Stim Pase Langsa.
M Yusuf Idris yang sangat dikagumi oleh teman-teman geuchik kota langsa dan aceh timur, Geuchik yang lolos dari cengkeraman maut diantaranya yang sempat terbangun dalam kepemimpinannya walau suasana mencekam, selama enam tahun selaku Geuchik atau penguasa tunggal. Gampong Sungai Pauh pelebaran mesjid Darul Muttaqin dari luas 316 menjadi 638 m2, juga mampu menjalankan pemerintah untuk dibangun dikampungnya berbagai pembangunan antara lain : pengadaan puskesmas tanah dan bangunannya, tanah smp 13 dan puluhan parit plat beton, jembatan yang terbangun lainnya saat itu.
Pada tahun 2006 diadakan pilkades dengan lima pasang kandidat yaitu :
1. M Yusuf Idris
2. Ustad Nur Husen Ba
3. Bahrum Nazar
4. M Sani Ar
5. Syamsuddin Jamil
M Yusuf idris harus menerima kekalahannya walau menang tipis oleh Bahrum Nazar dan dimasa akhir kepemimpinan Geuchik Bahrum, oleh pemko desa yang begitu luas dimekarkan menjadi empat gampong yaitu : titik pertama diambil mesjid tidak bisa dipisahkan dengan dusun Km V karena dana yang masuk kepembangunan mesjid 70 persen dari boot km v dan mesjid berada diwilayah Gampong Sungai Pauh Pusaka milik/tanggung jawab dari keempat gampong.
Mesjid didirikan pada tahun 1983 dibawah kepemimpinan Geuchik Baharuddin Usman (omdin) yang ketua pembangunannya Tgk H Budiman Yacob, dan dana yang mendukung pembangunan pada saat itu. Tgk Imam Mahmud, M Rasyid Abdullah, M Jamil Sari, Ustad Ramli Abdullah, M Hasyim Tong, A Latif Yusuf, Tgk Matsyah Akad, Zulfan Harun, Tgk Agam Berandeh, Ilyas wak utoh, A Thalib Salim, Raman teng-teng, Tgk Idris Puteh, Nurdin wahi, Tgk abu bakar, H Hasan syeh, H.Ibrahim, m yusuf ali, H.Hasan,H.Yusuf Wahab, Abdullah Husin.
2.1.1 Sejarah Kepemerintahan Gampoeng
Gampong Sungai Pauh Pusaka awalnya bagian dari gampong Sungai Pauh Kota Langsa kemudian setelah adanya pemekaran maka berubah menjadi gampong sungai pauh pusaka sampai dengan saat ini.
Dari hasil penelusuran yang dilakukan oleh tim perencanaan gampong, dengan mengacu kepada narasumber yang masih ada digampong, maka sejarah kepemerintahan gampong sungai pauh pusaka yang dapat ditelusuri yaitu :
1. Geuchik Petua Rayeuk (Tahun 1990 s/d 1920)
Rombongan yang datang pertama dari pase yang membuka lahan bercocok tanam di Gampong Sungai Pauh dulunya disebut Tungou Pauh.
2. Geuchik Petua Seuman ( Tahun 1920 s/d 1948)
Geuchik yang cukup dikagumi dan dengan ketenarannya yang kuat dan perkasa dan menjadi staf ahli Tgk Raja Maali dan banyak membangun dan merancang jalan usman yang sekarang jalan H.Agussalim, Jln Prof Majid Ibrahim, Jalan T Seng, Jalan Cut Inong juga membangun meunasah dll.
3. Geuchik Petua Dolah ( Tahun 1948 s/d 1953)
Membuka jalan petua dolah yang sekarang dikenal dengan jalan tanjung, jalan syeh ali.
4. Geuchik/ Tgk imum Marhaban (Tahun 1953 s/d 1954)
Geuchik yang paling ditakuti dan disegani oleh warga Gp.Sungai Pauh.
5. Geuchik Baharuddin Usman ( Tahun 1954 s/d 1989)
Geuchik yang pandai dan akrab dengan masyarakat dan banyak membangun meningkatkan meunasah, membangun menjadi mesjid Darul Muttaqin sungai pauh, membebaskan lahan untuk membuka jalan kuala langsa disamping rel, mampu meyakinkan pemerintahan aceh timur untuk membangun kantor Askes. Dinas kesehatan di Gampong Sungai Pauh tempat pendaratan ikan, setia pada golkar dan ormosnya, pemuda pancasila dan juga banyak dikenal masyarakat luas sejak tahun 1986, satu-satunya kantor pemerintahan lainnya itulah kampung sungai pauh dan banyak kegiatan masyarakat yang aktif, seperti merayakan hari kelahiran nabi muhammad Saw dengan kenduri besar-besaran setiap tahun pada siang harinya. Santapan jasmani dan pada malam santapan jasanam dengan datangnya almubaligh dari luar aceh timur. Dibulan suci ramadhan setiap hari masyarakat berbuka puasa bersama di meunasah/mesjid dengan kanji rumbi dan banyak kegiatan lainnya juga beliau meninggal dunia masih aktif sebagai geuchik dan pada negeri yang sedang huru hara, sempat pula lagi menjadi juara dua lomba.
6. Geuchik Assafri ( Tahun 1989 s/d 1995 )
Keadaan Aceh mulai bergejolak juga pernah ditahan oleh kopasus di PTP 1 Langsa dicurigai ada pembantu gerakan aceh merdeka, beliau juga mampu membangun sebuah kantor Geuchik yang sekarang berada dalam perkarangan pagar mesjid kantor Geuchik Sungai Pauh Induk.
7. Geuchik Abd Rani Jamil ( Tahun 1995 s/d 2001 )
Suasana Aceh dalam komplek antara pemerintah NKRI dengan gam ABD Rani Jamil meninggal masih aktif dalam tugas sebagai Geuchik sungai pauh beliau juga gigih dalam membangun kepemudaan, adat, pkk, dll, sampai pernah meraih juara satu, tiga keistimewaan Aceh.
8. Geuchik M. Yusuf Idris pjs Geuchik ( Tahun 2000 s/d 2006 )
Dimana Geuchik yang banyak sekali pengalaman pernah menjadi ketua remaja Mesjid Darul Muttaqin s/d 8 tahun jadi kaur pemerintahan desa selama empat tahun jadi sekretaris desa selama sebelas tahun, walaupun aceh konplik berdasarkan pengalaman tetap membangun kampung dengan semangat yang ikhlas dan dimasa kepemimpinan pemerintahan Aceh Timur dimekarkan menjadi 3 wilayah sejak 17 Oktober 2001 masing-masing pemerintahan Aceh Timur, ibu kota Idi, Aceh Tamiang ibu kotanya Kuala Simpang.
Sedangkan Kota Langsa ibu Kotanya Aceh Timur sebelum pemekaman menjadi pemerintahan Kota Langsa dibawah pimpinan H.Azhari Azis, dua bapak M Yusuf Adam dan Pj.Bapak.
Pj Muktar Ahmadi Geuchik Yusuf Idris ini sangat dekat dengan pj, pj Wlikota Langsa dan dengan Muspida, Kapolres, Dandim, Walikota begitu juga dengan Muspikat. Atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa banyak masyarakat gampong Sungai Pauh yang terselamatkan pada masa komplik ketika Geuchik Yusuf, Geuchik yang hampir setiap jam menghadapi panggilan pasukan baik Kepolisian, Organik dan Non organik maupun dari TNI AD, Marinir, juga harus tersembunyi dari pihak Gerakan Aceh Merdekatapi Geuchi M Yusuf Idris ini biasa berbuat banyak terhadap pembangunan Gampong walau setiap saat harus mewaspadai menyelamatkan nyawanya yang selalu didamping sekretarisnya Ali Akbar dan enam kepala dusunnya dua puluh empat kepala Rt. Gampong yang begitu luas penduduk, penduduk 2300 Kepala Keluarga, mampu meperluas Masjid Darul Muttaqin lebih luas dua kali dari biasanya membuat dua menara masjid juga mampu meyakinkan Walikota langsa masuk membangun Kampungnya seperti Pukesmas Langsa Kota sekarang ini, pergerakan alur besar sampai 1200 m sambungan dari alue beurawe dan banyak bangunan sederhana lainnya seperti pengaspalan, pengerasan jalan, juga jalan setapak. Dan pada negeri yang huru hara, sempat pula lagi menjadi juara dua lomba desa sekota langsa, begitulah kebaikan Geuchik Yusuf Idris, beliau juga sempat mengambil s1 Stim Pase Langsa, ditambah dengan terjadinya lagi Tsunami di B. Aceh, meulaboh sebagian besar terkena imbasnya hampir 400 ribu rakyat di Aceh meninggal dunia akibat Tsunami. Dan pada Tanggal 15 Agustus 2005 bertepatan pada hari senin seluruh rakyat diaceh gembira dan bersyukur dan bersujud kepada Allah bahwa Aceh sudah damai dengan NKRI. Yang ditanda tangan di Helsingki atas nama Aceh merdeka Malik Mahmud dikenal dengan Mentro kini sudah jadi Wali Nanggro An pemerintah R1 Hamid Awaluddin Menteri Hukum dan HAM. Disaksikan Marhi Ahhsaari mantan Presiden Firlandia Ketua Dewan Direktur Crisis Management initiative Fasilitator Proses Negosiasi.
9. Geuchik PJS Ali Akbar
Menjabat delapan bulan tentang proses pelaksanaan Pilkades.
10. Geuchik Bahrum Nazar ( Tahun 2007 s/d )
Geuchik Bahrum Nazar mengusulkan Desa Sungai Pauh dimekarkan menjadi Empat Gampong dan pada tanggal................................Walikota Langsa Devinitif Drs Zulkifli Zainon MM meresmikan Sungai Pauh menjadi empat gampong yaitu :
1. Sungai Pauh
2. Sungai Pauh Pusaka
3. Sungai Pauh Firdaus
4. Sungai Pauh Tanjung
Untuk Gampong Sungai Pauh Pusaka berbatas :
Utara : Berbatas dengan Kuala Langsa dan Laut Lepas
Timur : Berbatas dengan Gampong Sungai Pauh Tanjung
Selatan : Berbatas dengan Gampong Sungai Pauh Induk dari tiang tower s/d
pulau bangka bangkok pasir putih dan sungai pauh FIrdaus
Barat : Berbatas dengan Gampong Sungai Pauh Induk dan Laut Lepas
Pj sementara ditunjuk Ishak, SE dari Kecamatan untuk menjalankan roda pemerintahan dan pada Tanggal 30 Juni 2012 oleh Pemerintahan Kota Langsa secara serentak menjalankan Pilkades ( Pemilihan Kepala Desa ) di Gampong Sungai pauh pusaka Kecamatan Langsa Barat.
Dari tiga kandidat calon adalah
1. M Yusuf Idris, SE
2. Syansuddin Jamil
3. Khairul Amri
Suara terbanyak diraih oleh M. Yusuf Idris, SE dilantik oleh Walikota Langsa BustamiUsman di Aula Puskesmas Langsa Barat dengan Nomor SuratKeputusan Walikota Langsa No : 372/141/2012 Tanggal 09 Juli 2012 masa Jabatan 2012 s/d 2018 pada tahun pertama tahun 2013 Gampong Sungai Pauh Pusaka dibawah kepemimpinan Geuchik M. Yusuf Idris, SE , Masyarakat mendambakan pebangunan, pembangunan Kerja Kerasnya yang dicapai pembuatan parit beton jalan ayahanda dan parit jalan rel PJKA Rt.06, 200 meter parit dan plat beton di Rt.06, Boor besar di Rt.24 dari Dinas Pertambangan Aceh, titi di ajalan Kuala Langsa, Depot Air mengsterilkan pasang surut ketika banjirantara Rt.24 dan Rt.06 banyak sekali dana PNPM dan BUMG yang terbangun.
Pada tahun 2014 pembangunan yang dicapai dari dana APBK, APBA dan OTSUS, seluruh Jalan setapak di Dusun Kesatuan Rt.07 dan Rt.06, jembatan TPI Km 05, empat lampu markumi dari B.Aceh dan pengadaan tanah dan Kantor Geuchik serta Mobilernya, banyak lainnya yang terbangun dengan dana BKPG / BUMG / ABG dan PNPM. Ini terlaksana berkat kekompakan seluruh perangkat Desa terutama dengan Tgk Imam Gampong Tgk Ridwan Latif, Kepala Dusun km.05 Ridwan Basyah, Kepala Dusun Nelayan M Ali Yusuf, Kepala Dusun Kesatuan Ismahdi, Kepala Urusan Pemerintahan Devi Yuhilda.